KONTRUKSI KEILMUAN DAKWAH (Amrullah Ahmad)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Realitas dan pengembangan pemikiran keilmuan dakwah
Dakwah islam sebagai usaha dan kegiatan orang beriman dalam mewujudkan ajaran islam dengan menggunakan sistem dan cara tertentu kedalm kenyataan hidup perorangan (fardiyah), keluarga (usrah), kelompok (thaifah), masyarakat (mustama’) dan negara (daulah) merupakan kegiatan yang menjadi sebab (intrumental) terbentuk komunitas dan masyarakat muslim serta peradabannya. Tanpa adanya dakwah, maka masyarakat muslim tidak dimungkinkan keberadaannya dengan demikian , dakwah merupakan pergerakan yang berfungsi metansformasikan islam sebagai ajaran [doktrin] menjada kenyataan tata massyarakatnya dan peradabannya yang mendasarkan pada pandangan dunia islam yang bersumber pada al quran dan assunah . oleh karenya dakwah islam mjerupakan faktor dinamik dalam mewujudkan masyarakat yang berkualistas khoira ummah dan dauliyah thayyibah.
Pada sisi lain dakwah sebagai aktifitas transformasi islam sebagai realitas masyarakat , dewasa ini secara internal mengalami penurunan kualitas. Dakwah islam dewasa ini secara internal mengalami penurunan kualitas. Dakwah islam dewasa ini menghadapi tantang eksternal yang serius dari gerakan faham materialisme., liberalisme, sekularisme dan kapitalisme global serta serta gerakaan lain, sosialisme¬¬-komunisme . pemikiran dan ideologi gerakan ini telah masuk kedalam wilayah kehidupan umat islam dalam kehidupan pribadi (fardi). keluarga (usroh) klompok (thifah).
Pakar muslim dalam mengkaji dakwah sesuai dengan bidang ilmunya pada umumnya menyentuh dakwah islam sebagai aktifitas transformasi ideal islam kedalam realiatas ummah sesuai latar belakang disiplin ilmunya masing-masing. pada umumnya pakar dakwah mengkaji dari sisi antologis. aksiologis secara epistemologis masih belum dilakukan secara serius dan mendalam. Pakar muslim menulis banyak karya mengenai dakwah dengan kajian lintas disiplin sesuai dengan bidang keahliannya yang belum disertai dengan alat analisa yang dapat menyatukan disiplin ilmu dakwah didalam kesatuan subtansi keilmuan.
Para ahli tafsir menekankan menekankan pada aspek makna tekstual ayat – ayat dakwah. Para ahli hadist memberikan komentar hadist – hadist nabi SAW yang berkaitan dengan dakwah nabi SAW. Para ahli fiqih mengurai dakwah dari sisi hukum syari’ah. Ahli sejarah menkaji dari sisi prosesnya dakwah berlangsung. Para da’i pemikir menguraikan dari sisi masalah dakwah dan konsep pemecahan baik dari segi setrategi maupun metode dakwak yang relevan.
Proses sestematis keilmuan dakwah jika dilihat dari persepektif indonesia, dewasa ini sedang berjalan melalui gerakan pengembangan dakwah sebagai ilmu dilingkungan kampus di Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa perkembangan pemikiran “dakwah sebagai ilmu” di indonesia secara akademik dapat dikatakan cukup mengembirakan. Pada tanggal 17 mei 1994 di IAIN jakarta diselenggarakan pertemuan para dekan fakultas dakwah seindonesia dengan pakar ilmu dakwah dengan maksud mengadakan klarifikasi epistemologis keilmuan dakwah dalam menetapakan jurusan pada fakultas dakwah. Tema sentral pertemuan membahas sistem pendidikan ditinjau dari penjurusan, kurikulum dan metode pendidikannya. Dalam pertemuan itu para pakar ilmu dakwah dan para dekan fakultas dakwah kemudian berasil merumuskan bahwa disiplin ilmu dakwah terdiri dari tiga disiplin utama:
1. Disiplin ilmu tabliq (komunikasi dan penyiaran islam seta penyuluahn dan pembimbingan islam)
2. Disiplim pengembangan masyarakat Islam.
3. Disiplin managemen dakwah.
Pemikiran itu kemudian dilembagakan dalam kurikulm nasional fakultas dakwah 1975. disiplin ilmu dakwah islam dalam struktur kurikulum. Disiplin ilmu dakwah islam dalam struktur kurikulm 1995 memiliki karakteristik tertentu jika dibandingkan dengan kurikulm disilpin dakwah islam sebelumnya.
B. Subtansi keilmuan dakwah
Istilah dakwah berasal dari bahasa arab yang berarti seruan, ajakan atau panggilan. Seruan pangilan ini dapat dilakukan dengan suara, kat ataupun perbuatan. Sedangkan pencantuaman “islam”setelah kata “dakwah” dimaksud untuk mempertegas kata dan kandungan misi “dakwah” dimaksud untuk mempertegas kata dan kandungan dakwah karena al Qur’an digambarkan ada 2 sistem dakwah.
1. Dakwah menuju jalan Allah
Jalan kebaikan atau jalan surga seperti tampak dalam ayat: serulah (manusia) jepada jaln tuhan-Mu (Qs. An-Nahl: 125)
2. Dakwah menuju pada jaln syaitan.
Jalan keburukan atau jaln api neraka seperti dalam ayat: “dan apakah mereka (akan mengikuti bapak mereka) walaupun setan menyuruh mereka siksa api neraka sedang Allah mengajak kesurga dan ampunan dengan ijinnya dan allah menerangka ayat – ayatNya (Perintah – perintahNya) kepada manusia supaya mereka mengabil pelajaran (Qs. Al – Baqoroh: 221)
C. Jenis kegiatan dakwah sebagai Fenomena keilmuan
1. Kegiatan tabliq islam
a. Komunikasi penyiaran islam terdiri dari kegiatan pokok:
Sosialisai, internalisasi, dan eksternalisasi ajaran islam dengan menggunakan saran mimbar dan media masa (cetak dan audio-visual) yang dapat dirinci sebagai berikut:
– Penyampaian tauhid.
– Penyadaran fitri, fungsi dan tujuan hidup manusia.
– Pembina keimanan, fikroh, akhlak dan ibadah.
– Pengembangan fikroh islam dalam semua aspek kehidupan secara utuh sehingga mad’u memiliki pandangan yang koperensip tentang realitas kehidupan manusia menurut ajaran islam dan melaksanakan dalam kegiatan sehari – hari.
– Memberikan motivasi untuk melasanakan ajaran islam yang sudah dipahami atau sudah diterima.
– Membina sikap ukhuwah islamiyah, kesatuan dan persatuan umat.
b. Bimbingan penyuluhan islam (ta’dib) terdiri dari kegiatan pokok:
Bimbingan pribadi dan keluarga dengan melakukan penyuluhan islam sesuai dengan konteks masalah dan pemecahan problem psikologis dengan psikoterapi islam yang dapat dirinci sebagai berikut:
– Melakukan bimbingan cara mengamalkan ajaran islam.
– Melakukan penyuluhan bagaimana memahami dan melaksanakan ajaran islam yang benar.
– Memecah masalah yang timbul karena hubungan personal dan kelompok dengan pendekatan islam.
– Membantu memecahkan masalah psikologi keluarga muslim atau kelompok – kelompok profesi karena adanya masalah keluarga dan pekerjaan dikantor dengan pendekatan islam.
2. Kegiatan pengembangan masyarakat islam
Kegiatan memikirkan masyarakat terdiri dari kegiatan pokok: Tranformasi dan pelembagaan ajaran islam kedalam realitas islam (khoirul ummah) yang dapat dirinci sebagai berikut:
– Penyampaian mengenai konsepsi islam mengenai kehidupan, budaya, sosial, ekonomi, politik dan pemeliharaan lingkungan.
– Penggalangan ukhuwah islamiyah lembaga ummat dan kemasyarakatan pada umumnya dalam rangka mengembangakan komunitas dan kelembagaan islam.
– Mewujudkan kesepakatan dengan masyarakat bina.
– Riset potensi lokasi dakwah, pengembangan potensi lokal dan pengembangan kelompok swadaya ummat.
– Katalisasi aspirasi dan kebutuhan umat.
– Kosultasi dan dampingan tehnis dan kelembagaan.
– Dampingan penyusunan rencana dan aksi sosial pelaksanaan rencana dalam rangka pengembangan komunitas dan institusi islam.
– Memandu pemecahan masalah sosial, ekonomi dan lingkngan umat.
– Melassanakan atabilisasi kelembagaan dan menyiapkan pelepasan masyarakat untuk membangun secara mandiri dan kelanjutan.
– Menyiapkan harakah penegak amar ma’ruf nahi munkar.

BAB II
KEILMUAN DAKWAH
A. Disiplin Dan Struktur Keilmuan Dakwah
Berdasarkan hakekat dakwah, obyek formal ilmu dakwah serta analisa masalah interaksi antar unsur dakwah sebagai bagian dari obyek formal, dan pengertian ilmu, maka disiplin ilmu dakwa dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama:Pertama, disiplin yang memberikan kerangka teori dan metodologi dakwa islam, kedua, disiplin yang memberikan kerangkah tehnis oprasional kegiatan dakwah islam. bagian pertama memberikan dasar-dasar teoritik dan metodologi keahlian dan disebut ilmu dasar (teoritik) dakwa dan bagian kedua memberikan kemampuan tehnis keahlian profesi dan disebut ilmu terapan/tekni oprasional dakwa (teknologi dakwa).
Bagian disiplin ilmu terapan / teknis dibagi menjadi tiga bidang, disiplin yang terdiri dari pertama, ilmu tabligh islam yang berkaitan dengan komunikasi dan penyiaran islam dan ilmu yang berkaitan dengan bimbingan dan penyuluan islam(ta’dib) yang keduanya dapat disebut teknologi tabligh. Kedua ilmu pengembangan masyarakat islam atau teknologi pengembangan masyarakat islam (islam Community development) dan ketiga, ilmu management dakwa islam atau teknologi organisasi islam.

1 . Disiplin Ilmu Dasar (teoritik)
Ilmu dasar dimaksudkan sebagai cabang-cabang ilmu dakwa yang memberikan prinsip-prinsip,paradigma,kerangkah teoritik, sistim dan metodologi dakwa. Dalam kelompok disiplin ini, masalah dakwa dikaji secara ilmiah sesuai dengan bidang dan lingkup masalah, metode-metode yang digunakan serta kerangka teoritik yang dikembangkan.
Disiplin ilmu dasar(teoritik) yang memberikan kerangka teori dan metodologi antaralain: Epistimologi dakwa(Pengantar ilmu dakwah sebagai induk ilmu dakwah) metode penelitian (ilmu) dakwah, filsafat dakwah, sejara dakwah, sistimdakwah,mabda dakwah, manhaj dakwah,psikologi dakwah,

2. Disiplin ilmu terapan/Teknis (Teknologi dakwa)
Disiplin ilmu terapan/Teknis oprasional (Teknologi dakwah) ilmu dakwah terdiri dari tiga kelompok pokok sebagai berikut :

A. Sub Disiplin Tablig Islam
1 . Ilmu komunikasi dan penyiaran
Termasuk dalam komponen ini : Ilmu tablig, Komonikasi Dakwah, Ilmu bimbingan dan penyuluan islam, teknis khitobah (retorika), teknik penulisan tajuk rencana dan feature dakwah, teknik peliputan dan penulisan berita dakwah, produksi siaran radio,televisi dan film dakwah, rijalul dakwah, akhlak muballigh,psikologi komunikasi dan tabligh, tehnik pengembangan majlis ta’lim,psikologi tabligh,geografi islam,metodologi penelitian tabligh dan kebijakan dan strategi informasi islam.

2. Ilmu Bimbingan dan penyuluan Islam
Termasuk komponen ini : Dasar – dasar bimbingan dan penyuluan islam(Ta’dib), Psikologi agama,psikologi kepribadian dan terapi islam,kesehatan mental,teknis penyuluan islam,teori bimbingan dan penyuluan islam,Metode penelitian penyuluhan islam, dan komunikasi lintas agama dan budaya.

1. Sub disiplin ilmu pengembangan masyarakat islam
Termasuk komponen ini : sistim pengembangan – pengembangan masyarakat islam, metodologi pengembangan masyarakat islam,peta dakwah islam, riset dakwah partisipati, manhaj pengembangan jama’ah, sistim pemberdayaan ekonomi ummat,pembangunan jaringan lembaga keuangan syariah, sistim pengembangan lingkungan muslim, analisa dampak lingkungan dakwah, teknologi berwawasan lingkungan muslim,kebijakan dan strategi pembangunan di dunia islam.

2. Sub disiplin ilmu manajemen dakwah.
Termasuk dalam komponen ini : dasar- dasar manajement dakwah (pengantar studi) kepemimpinan dakwah strategis, manajement sumberdaya dakwah, manajement lembaga keuangan syariah, teori pengembangan organisasi dakwah, kebijakan, strategi dan perencanaan dakwah, manajement kemasjidan, manajement haji,umroh dan ziarah, perencanaan strategis dakwah, perbandingan organisasi dakwah dan manajement zakat, infaq dan shodaqoh,manajement wakaf.

3. Ilmu Bantu
Termasuk dalam komponen ini,Ilmu tauhid,ilmu akhlak,ilmu mantiq(logika), filsafat dan pemikiran islam,ulumul qur’an, ulumul hadist,ushul fiqih,tafsir,hadist,fiqih,sirah Nabi SAW,Sejarah kebudayaan Islam,BahasaIndonesia,Bahasa Arab dan inggris, metodologi, antropologi, sosiologi,ilmum komunikasi ( Ilmu penerangan/penyuluan,ilmu jurnalistik,dan teknologi komunikasi ) Ilmu manajement,psikologi,filsafat (umum) epistimologi, ilmu hukum,ilmu politik,ilmu ekonomi,ilmu lingkungan,ilmu penyuluhan,teknologi sanitasi, sosiatri serta ilmu kesehatan masyarakat dan lingkungan.

B. Ancangan Pengembangan Teori Dakwah
Dalam pengembangan dakwah sebagai ilmu terasa sangat tidak mungkin tanpa dibarengi dengan adanya penemuan dan pengembangan kerangka teori dakwah.tanpa teori dakwah maka apa yang disebut dengan ilmu dakwah tidak lebih dari sekedar kumpulan pernyatan normatif tanpa memiliki kadar analisa atas fakta dakwah atau sebaliknya hanya merupakan kumpulan pengetahuan atas fakta sehingga mandul untuk memandu pelaksanaan dakwah dalam menghadapi masalah yang kompleks.
Dengan ditemukannya teori – teori dakwah yang telah menyebabkan keberhasilan dakwah masa lalu( dengan penelitian reflektif- penafsiran maudhu’i ) dapat di ujim kembali relevensi teori dengan fakta dakwah yang ada pada saat sekarang (dengan metode riset dakwah partisipatif) dan kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan (dengan metode riset kecenderungan gerakan dakwah)

1. Teori Medan Dakwah
Teori medan dakwah adalah teori yang menjelaskan situasi teologis,kultural,dan struktural mad’u pada saat permulaan pelaksanaan dakwah islam.
Dakwah Islam adalah sebuah ikhtiar muslim dalam mewujudkan islam dalam kehidupan pribadi (fardiyah) Keluarga (usroh),jama’ah (jama’ah) dan masyarakat (Ummah) dalam semua segi kehidupan sampai terwujud khoirul ummah. Khoirul ummah adalah tata sosial yang sebagian besar anggotanya bertauhid,senantiasa menegakkan yang ma’ruf (tata sosial yang adil) dan secara berjama’ah senantiasa berusaha mencegah yang mungkar (tata sosial yang dholim) yang inti pengerak interaksinya adalah birr dan taqwa.

2. Teori Proses dan Tahapan dakwah
Ada beberapa tahapan dakwah Rosulullah dan para sahabatnya yaitu :
1. Model dakwah dalam tahapan pembentukan (Takwin)
Pada tahapan ini kegiatan utamanya adalah dakwah bil lisan(tabliqh) sebagai ikhtiar sosialisasi ajaran tauhid kepada masyarakat Makkah,interaksi rosulullah Saw dengan para Mad’u mengalami ekstensi secara bertahap, keluarga terdekat ittisal fardhi dan kemudian kepada para kaum musrikin,ittisal jama’isasarannya Bagaimana supaya terjadi internalisasi islam dalam kepribadian mad’u,kemudian apa yang sudah di terima dan di cerna dapat diekspresikan dalam ghirah dan sikap membela keimanan dari tekanan struktural al mala dan al mutrafin quraisy Mekkah.hasilnya sangat signifikan,para elit dan massa masyarakat menerima dakwahnya.
2. Tahap Penataan Dakwah.(tandzim)
Merupakan hasil internalisasi dan eksternalisasi islam dalam bentuk institusionalisasi islam secara komprehenshif dalam realitas sosial,yang diawali dengan hijrah Nabi SAW,hijrah yang dilaksanakan setelah nabi memahami karateristik sosial Madinah baik melalui informasi yang diterima dari mush’ab bin umair maupun interaksi nabi dengan jama’ah haji peserta Baiatul Aqobah.dari strategi dakwah hijrah dilakukan ketika tekanan kultural,struktural dan militer sudah sedemikian mencekam,sehingga jika tidak dilaksanakan hijrah,dakwah,dapat mengalami involusi kelembagaan dan menjadi rapuh.
3. Teori Analisa Sistem Dakwah.
Penulis secara khusus meneliti dakwah islam dengan pendekatan teori sistem umum (The general system theory) yang hasilnya antara lain menyatakan :
1. Dakwah Islam adalah suatu sistem yang terdiri dari beberapa subsistem yang saling berhubungan,bergantung dan berinteraksi dalam mencapai tujuan dakwah.
2. Dakwah Nabi Muhammad SAW berjalan menurut alur sistem dakwah yang doarahkan Allah SWT yang menjadi sunnah Allah yang berlaku dalam dakwah islam yang bersifat tetap,obyetktif dan universal.
3. Dakwah islam sebagai suatu sistem memiliki masukan utama(raw input) berupa materi pokok dakwah dari wahyu allah(al qur’an) dan assunnah ketika dikonversikan menjadi keluaran baik dalam dataran pribadi,keluarga,kelompok,masyarakat dan negara telah menimbulkan kemelut dan goncangan sosial yang besar ditengah tata sosial,budaya dan peradapan yang telah mapan di tengah masyarakat.
4. Keberhasilan dakwah yang mendatangkan perubahan masyarakat yang signifikan adalah dakwah yang dijalankan dalam sebuah sistem yang subsistem konversinya berfungsi secara maksimal dalam mentransformasikan masukan menjadi keluaran,yang ditopang oleh kepemimpinan yang kuat yang visioner berorentasi pada tujuan dan perubahan lingkungan masyarakat
5. Sistem dakwah islam berjalan tepat guna ketika masukan sarana berupa metode,peta,dana dan fasilitas dakwah tersedia secara memadai.pemilihan dan penerapan metode yang tidak tepat dalam melakukan proses transformasi islam akan melahirkan tatanan masyarakat berpandangan ganda disatu pihak menyatakan beriman kepada Allah tetapi menolak menerapkan Syari’ah dalam kehidupan bermayarakat dan bernegara .
6. Momentum berkembangnya dakwah islam adalah karena adanya keluaran berupa negara yang menjadikan syari’ah sebagai otoritas tertinggi dalam menilai dan mengatur kehidupan masyarakat dan negara.
7. Balikan dari tanggapan lingkungan masyarakat(mad’u) terhadap harakah dakwah islam sebagai suatu sistem melahirkan 4 pola dasar : Pertama informasi mengenai medan dakwah,Kedua dukungan masyarakat yang menerima dakwah islam(umat ijabah)maka akan menjadi faktor yang dominan dalam penguatan sistem utamanya dalam masyarakat Ketiga hambatan masyarakat yang menolak dakwah islam akan menjadi faktir penghambat dan proses konversi sistem dakwah islam sebagai bentuk balikan negatif yang memerlukan penyelesaian secara tuntas.Keempat kelompok masyarakat yang bersifat netral terhadap dakwah islam tidak menerima dan tidak menolak dakwah islam secara tegas serta tidak memberikan hambatan dakwah islam.

BAB III
PROGRAM PENDIDIKAN DAKWAH

Berdasarkan uraian yang mendahului, terutama adanya empat aktivitas pokok dalam dakwah islam,kemungkinan epistimologinya dan disiplin keilmuannya,maka dalam dakwah islam ada 4 keahlian / profesi yang terdiri dari ahli tabliqh islam (penyiaran dan penerangan islam,dakwah bil lisan) pengembangan masyarakat islam (dakwah bil hal, aksi amal shaleh,pelembagaan nilai islam) dan manajement dakwah (Penataanndan kepemimpinan lembada dakwah) dengan demikian, jurusan / program studi untuk menopang kebutuhan keahlian dalam kegiatan dakwah dapat dikualifikasikan menjadi 4 jurusan.
A. Tujuan fakultas dakwah
Mendidik calon Muslim cendikiawan (Ulil albab) yang berakidah islam, berfikrah islam dan berakhlak mulia yang memiliki keahlian dan ketrampilan dalam dakwahislam serta berguna bagi masyarakat,bangsa dan negara.
B. Program pendidikan strata I ( S I )
Terdiri dari 4 jurusan dan masing-masung jurusan memiliki program studi:
1. Jurusan komunikasi dan penyiaran islam (KPI)
yaitu tujuannya mendidik Calon muslim yang bersetrata SI supaya memiliki akidah islam yang kuat berfikra islami (berwawasan islam) istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan (keahlian) menyampaikan ajaran islam kepada masyarakat baik dengan sarana mimbar ( Khotbah ) maupun media massa (cetak dan audio – visual ) kualifikasi kelulusannya : Ahli tabliq islam dengan menggunakan sarana mimbar dan media komunikasi massa baik cetak,maupun audio visual.
2. Jurusan pengembangan masyarakat ( PMI )
Jurusan ini bertujuan: mendidik Calon muslim yang bersetrata SI supaya memiliki akidah islam yang kuat, berfikra islam (berwawasan Islam) istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan (keahlian)menstrasformasikan dan melembagakan semua segi ajaran islam dalam kehidupan keluarga( usroh) kelompok sosial ( jama’ah) dan masyarakat (ummat ) sehingga terwujud khoirul ummah (Masyarakat yang adil dan makmur yang memperoleh ridhoh Allah).
Kualifikasi keahlian lulusannya: ahli pengembangan komunikasi islam dan pengembangna kelembagaan islam.
3. Jurusan manajement Dakwah ( MND )
Bertujuan mendidik calon cendekia bersetrata SI supaya memiliki akidah islam yang kuat, berfikrah Islam ( berwawasan Islam), istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan (Keahlian) mengelola lembaga-lembaga dakwah (lembaga yang mengemban misi dakwah islam) dalam rangkah menegakkan kepemimpinan ummat islam yang penuh ukhuwah islamiyah.
Kualifikasi keahlian kelulusannya : ahli manajement,dan organisasi dan pengmbangan dana dakwah islam.
4. Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam ( BPI )
Jurusan Manajement Dakwah bertujuan : mendidik calon muslim cendekia berstrata SI supaya memiliki aqidah islam yang kuat, berfikrah islami ( berwawasn Islam),istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan ( keahlian ) membimbing dan menyuluh pengamalan islam dalam kehidupan dan keluarga islam
Kualifikasi keahlian lulusannya : ahli bimbingan dan penyuluhan islam kepada keluarga muslim dengan pendekatan psikologi dan ajaran islam serta konsoltan/psikologi Muslim.
Berdasarkan uraian yang mendahului, maka dakwah sebagai ilmu secar epistimologi sangat signifikan untuk dikembangkan secara akademik sebagai induk ilmu-ilmu sosial dalam perspektif islam yang secara khusus mengkaji sistem transformasi ideal islam menjadi realitas ummatan khairan,juga sebagai ilmu perjuangan islam dan ilmu rekayasa masa depan ummat.
C. KOMENTAR
Saya setuju dengan apa yang terdapat pada yang dituturkan oleh bapak Amrullah Ahmad karena ilmu dakwah selalu membutuhkan bantuan ilmu – ilmu lainnya didalam memahami obyek study materi dan obyek studi formalnya. Bentuk kerja sama antar – ilmu dakwah dengan ilmu lainnya atau keterkaitan ilmu dakwah dengan ilmu lainnya.
Ilmu dakwah yang menerangkan seluk – beluk dakwah islamiyah, atau penyampaian ajaran islam kepada orang lain memiliki kaitan sangat erat dengan ilmu agama (islam) seperti tafsir, fikih, perbandingan agama, dan sebagainya. Hal – hal ini di sebab melalui ilmu – ilmu nilai ajaran agama islam sebagai materi dakwah islamiyah dapat digali dan dikaji secara mendetail.
Dengan penggalian ajaran islam melalui ilmu – ilmu ini, maka semakin dapat di ketahui hal – hal yang berkaitan dengan dakwah baik dengan cara – cara dakwah, pengaruh terhadap sikap dan tingkah laku seseorang, media – media dakwah dan masalah – masalah yang lain termasuk obyek formal ilmu dakwah. Disamping itu, ajaran islam yang digali melalui ilmu dakwah diatas juga merumuskan kode etik dakwah islamiyah yang dapat di jadikan pegangan dalam setiap pelaksanaan dakwah islamiyah.
Akan tetapi ilmu agama juga membutuhkan bantuan ilmu dakwah dalam menyampaikan dirinya kepada umat manusia tanpa diterangkan atau disampaikan kepada masyarakat, ilmu – ilmu agama tersebut hanya merupakan suatu ide belaka yang tidak bisa terwujud dalam kenyataan serta tidak diketahui oleh orang lain.

D. Daftar buku rujukan
Ali aziz, Moh. Dr. M. Ag, ilmu dakwah, Jakarta,Prenada Media, Jakarta 2004

BAB IV
PENUTUP
Demikianlah makalah ini dibuat semoga bisa bermanfaat kita semua, namun dari kami selaku penulis / penyusun juga tidak melupakan adaya pepatah “Tak ada gading yang tak retak” oleh karena itu kami selaku penulis / penyusun makalah ini mau menrima saran dan kritik dari pembaca, yang bersifat membangun sehingga dapat membatu menyempurnakan makalah ini. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Kholillul Rohman yang membimbing saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Itu semua hanya kepada Allah kami mohon taufik dan hidayah-Nya, semoga usaha yang mulia ini senantiasa dalam keridloan-Nya.. Amin …. !
Jepara, Juli 2009
Penulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: